Monday, May 7, 2012

Mengenal Jenis-Jenis Processor Dibalik Kecanggihan Perangkat Android



Dibandingkan dengan OS Mobile lainnya, Android memiliki banyak pilihan untuk CPU yang bisa menjalankannya. Meskipun sebagian besar arsitektur CPU ponsel yang menggunakan Android adalah ARM, namun beberapa arsitektur CPU lainnya juga men-support Android, seperti MIPS dan Power Architecture. Berikut ini adalah beberapa CPU yang jamak ditemui di gadget-gadget yang menggunakan Android
1.     Qualcomm Snapdragon
Selain digunakan untuk ponsel, Qualcomm Snapdragon juga bisa digunakan untuk Tablet PC. Sebagian besar CPU Snapdragon ini sudah mengadopsi arsitektur ARM diatas ARM 6, sehingga sudah kompatibel untuk menjalankan aplikasi berbasis Flash. Snapdragon ini menggunakan GPU (kartu grafis) terintegrasi bernama Adreno, yang menggunakan teknologi milik ATI (sebelumnya bernama Imageon). Bahkan, di tahun 2011 ini, Qualcomm berencana merilis Snapdragon yang sudah menggunakan teknologi dual core. Beberapa ponsel yang mengguanakan Snapdragon antara lain Dell Streak dan Sony Ericsson Xperia X10.
2.     Texas Instrument OMAP



OMAP (Open Multimedia Application Platform) lebih dulu dikenal di dunia smartphone karena sempat digunakan sebagai “otak” dari beberapa seri Nokia, termasuk nokia N series (N90, N91, N95). OMAP generasi ketiga, sudah menggunakan ARM 7 dan ARM Cortex 8, sehingga juga bisa digunakan untuk menjalankan Flash. OMAP menggunakan GPU Power VR, yang tidak terintegrasi kedalam chip-nya. Power VR sendiri adalah salah satu GPU untuk ponsel terbaik, yang juga digunakan Samsung untuk Galaxy S-nya. Beberapa gadget yang menggunakan OMAP antara lain Motorola Milestone 2 dan Motorola Droid.
3.     Samsung Hummingbird

 

Hummingbird adalah prosesor yang dikembangkan bersama oleh Samsung dan Intrinsity, sebuah perusahaan yang pada April 2010 lalu sudah diakuisisi oleh Apple. Prosesor ini berkekuatan 1GHz dan sudah menggunakan arsitektur ARM 8. GPU Hummingbird juga menggunakan Power VR, yang sudah mendukung teknologi rendering OpenGL ES 1.1/2.0. Power VR sendiri disebut-sebut sebagai salah satu GPU terbaik untuk ponsel Android, sehingga apabila kamu menginginkan gadget Android dengan spesifikasi besar dan GPU yang tangguh, maka Galaxy S yang menggunakan Hummingbird ini adalah salah satu pilihan terbaik.
4.     Nvidia Tegra

Tegra bisa dianggap sebagai saingan berat dari Snapdragon karena sudah menggunakan prosesor dual core 1 GHz. Tegra juga sudah menggunakan arsitektur ARM 7 sehingga juga sudah bisa digunakan untuk menjalankan Flash. CPU ini menggunakan GPU yang dikembangkan oleh Nvidia sendiri, Ultra Low Voltage (ULV) GeForce, dan juga siap untuk menjadi penantang Adreno yang menggunakan teknologi dari Ati. Beberapa gadget yang sudah menggunakan Tegra ini antara lain Motorola Atrix, LG Optimus 2X, Motorola Droid Bionic, dan beberapa tablet PC lokal seperti Zyrex One Pad. Kini Tegra telah memasuki era quadcore (empat inti) lewat seri Tegra 3 yang sudah mulai dipasang di tablet mutakhir Asus Transformer Prime dan Smartphone HTC One X


Baca Selengkapnya - Mengenal Jenis-Jenis Processor Dibalik Kecanggihan Perangkat Android

Device Androidmu Sering Lag? Gunakan Script V6 Super Charger


V6 SUPERCHANGER untuk Memory Fixernya bertujuan untuk Management memory lebih baik,
Device menjadi lebih responsif dan ngebut… !

PERSYARATAN
Device harus ROOT
Do it with your own risk…!!!

File yg dibutuhkan :
  1. V6 Superchanger http://www.mediafire.com/file/b3nxbcc5n2…te8.sh.txt Download dan taruh di root sdcard jangan di folder
  2. Busybox installer http://www.mediafire.com/file/d1a0js2pgv…ller-1.apk 
  3. Script Manager http://www.mediafire.com/file/1tzh85939c…ager-1.apk 
PENGINSTALLAN BUSYBOX

  1. Download Busybox installer lalu install di device
  2. Jalankan Busybox installer pilih di select busybox version version 1.18.2 atau kebawah jangan lebih tinggi (sering error)
  3. Pilih install tunggu sampai selesai proses penginstallannya
PENGINSTALLAN SCRIPT MANAGER

  1. Download Script Manager lalu install di device
  2. Jalankan Script Manager sentuh icon menu > More > Advanced Options > Config > Browse as root di centang. Lalu sentuh icon back akan ada list dari file2 di sdcard cari dan pilih V6 Superchanger
 
3. Centang di run as root lalu pilih Run
 

4. Nanti akan ada pilihan untuk Scrolling text Speed 1-3 lalu sentuh layar untuk mengeluarkan keyboard pilih nomornya terserah anda (misal 1 untuk fast)

5. Akan ada pilihan SUPERCHANGER MENUS 1-17 di sini ane pilih no 6 (Balanced 3 setting) ideal untuk mi410 tetapi terserah anda jika hendak memilih opsi lain

6. Setelah script berjalan dan selesai,akan ada pilihan 1-17 pilih no 16 untuk me reboot HH Anda :-P
“Maka device anda akan reboot dan V6 Superchanger script akan berjalan di device anda”

7. Untuk memastikan script V6 SUPERCHANGER benar2 berjalan , buka root explorer lalu ke data apabila telah terdapat99superchanger.sh maka V6 script telah berjalan di device anda.
Kamu bisa merasakan perbedaannya menjadi lebih smooth dan cepat.. !!! Selamat berksperimen, Androiders :)
Baca Selengkapnya - Device Androidmu Sering Lag? Gunakan Script V6 Super Charger

Tips Meningkatkan Kecepatan SD Card di Android


Semakin canggihnya teknologi handphone Android menuntut semakin tingginya kualitas dari perangkat penunjangnya. Salah satunya adalah kualitas SD card. Salah satu faktor yang menentukan kualitas dari sebuah SD card adalah kecepatan baca dan tulisnya (read and write speed) atau dapat juga ditentukan dari class sebuah SD card. Pengertian class SD card secara singkat adalah kecepatan tulis (write speed) dari sebuah SD card.

Artikel ini saya buat setelah beberapa hari yang lalu ada seorang follower @DroidUNJ yang menanyakan “apakah dapat meningkatkan class dari sebuah SD Card?” Jawabannya kemungkinan besar tidak, karena class SD card ditentukan dari kecepatan tulis yang sudah menyangkut hardware dari SD card itu sendiri.

Mungkin akan muncul pertanyaan “Berarti, mau tidak mau kita harus membeli SD card dengan class yang lebih baik?” jawabannya tidak juga. Bila performa handphone menjadi lemot atau lambat, misalnya pada saat membuka folder foto waktu loading-nya lama sekali, atau pada saat bermain game seperti patah-patah (lag), maka Anda tidak perlu terburu-buru membuang SD card Anda yang lama dan membeli SD card baru yang lebih baik. Hal ini dikarenakan proses loading yang lama bukan di akibatkan dari kecepatan tulis (write) yang rendah, namun di akibatkan oleh kecepatan baca (read) yang rendah.

Memang SD card dengan class tinggi pada umumnya juga memiliki kecepatan baca yang cepat. Namun, bila Anda memiliki SD card class rendah (class 2), maka tidak perlu berkecil hati, walaupun Anda tidak dapat meningkatkan kecepatan tulisnya (meningkatkan class-nya), namun Anda masih dapat meningkatkan kecepatan bacanya menggunakan aplikasi SD Booster. Lagi pula, untuk dapat meningkatkan performa handphone Android, pada umumnya bukanlah dengan cara menggunakan SD card yang memiliki kemampuan tulis (write) yang tinggi, namun dengan menggunakan SD card dengan kemampuan baca (read) yang cepat.

Tutorial meningkatkan kecepatan SD card menggunakan SD Booster

Penggunaan aplikasi ini mudah, namun pertama-tama Anda harus root handphone Android terlebih dahulu. Penjelasan root dapat dilihat pada artikel Tutorial Rooting Android by @DroidUNJ

Bila handphone Android sudah di root, Anda hanya perlu mengunduh (download) aplikasi SD booster buatan Daniel Mehrmann (Akusari) dari Android market. Pada saat proses instalasi akan muncul peringatan yang kurang lebih artinya “Pembuat aplikasi SD Booster tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin muncul akibat penggunaan aplikasi ini” dan tentu saja saya pun tidak :) So, take it or leave it
Namun Anda jangan terlalu khawatir, menurut saya aplikasi ini cukup aman digunakan, namun ada baiknya Anda me-back up data-data yang penting terlebih dahulu. Ok sekarang lanjut lagi, setelah aplikasi terinstall, Anda hanya perlu mengatur besar cache yang diinginkan lalu klik tombol “Apply”. Anda dapat mengatur besar cache mulai dari 128 KB – 8192 KB. Semakin besar cache yang diatur belum tentu semakin cepat read speed SD card, jadi Anda perlu sedikit bereksperimen untuk menentukan besaran cache yang ideal.

tingkatkan speed SD Card
Aplikasi Android SD Booster
Catatan: Cache Size (Current) menandakan besarnya cache yang saat ini digunakan.
Besarnya ukuran cache yang disarankan adalah 1024 KB dan/atau 2048 KB. Bila ingin lebih besar dari nilai tersebut, saya sarankan mencobanya dengan besaran sebagai berikut:
  • 1024
  • 2048
  • 3072
  • 4096
  • 5120
  • 6144
  • 7168
  • 8192
Bila sudah mencoba besar cache diatas, namun masih penasaran atau dirasa belum optimal, Anda dapat mencoba dengan nilai cache yang lainnya.
Nilai cache akan secara otomatis kembali ke awal, yaitu sebesar 128 KB setiap kali handphone Android di restart. Bila Anda tidak menginginkan hal itu terjadi, silahkan memberi tanda centang tulisan “Set On Boot”. Bila dicentang, nilai cache akan tetap seperti yang ditentukan walaupun handphone di restart.
Untuk membuktikan efektifitas dari aplikasi ini, saya melakukan tes menggunakan aplikasi SD tools buatan Veluscek Ales. Berikut adalah screenshoot kecepatan baca dan tulis Micro SD Class 6 milik saya sebelum menggunakan aplikasi SD Booster.
aplikasi tes kecepatan SD card
Aplikasi SD Tools untuk tes kecepatan SD Card
Dan berikut adalah kecepatan setelah menggunakan SD Booster yang diatur dengan cache sebesar 2048 KB
micro sd class 6 speed
Kecepatan SD card setelah menggunakan aplikasi SD Booster
Uji kecepatan SD card ini saya lakukan beberapa kali untuk memastikan kebenarannya. Untuk kecepatan tulisnya (write speed) tidak terjadi peningkatan, baik sesudah atau sebelum menggunakan SD Booster kecepatannya antara 9,1-9,3 MB/s.

Kecepatan bacanya (read speed) terlihat cukup meningkat, dari sebelum menggunakan SD booster kecepatan bacanya antara 21-22 MB/s meningkat menjadi 27-29 MB/s setelah menggunakan SD booster.
Sayangnya saya mencoba aplikasi ini menggunakan SD card yang memiliki kualitas cukup baik, sehingga saya tidak terlalu merasakan perbedaanya, karena read speed SD card yang saya miliki secara standar sudah cukup baik. Namun, berdasarkan beberapa laporan yang sayai terima dari teman , setelah menggunakan aplikasi SD booster, kinerja handphone Androidnya meningkat cukup tinggi, khususnya pada saat memainkan game HD (high definition). Bila sebelum menggunakan SD Booster terasa lag, namun setelah menggunakannya tidak lagi.Selamat mencoba, Androiders!
Baca Selengkapnya - Tips Meningkatkan Kecepatan SD Card di Android

Tutorial Hemat Baterai Android dengan Modifikasi Sysctl.Conf

Pada artikel kali ini saya mau jelasin sedikit yang saya tahu tentang sysctl. Sysctl Config adalah aplikasi utilitas yang biasanya terdapat di ROM2 custom terbaru atau anda bisa mendapatkannya secara gratis di android market. Apa gunanya? Gunanya adalah untuk tweaking file Sysctl.conf dengan cara yang lebih human being :P Apa saja yang dibutuhkan? Tentu saya Handheld Android (pastinya) yang sudah Root dan sudah terinstall busybox. Root nggak perlu dijelasin kan? Busybox installer (nama aplikasinya busybox) silahkan cari di market, setelah diinstall, uninstall aja busybox installernya, toh busyboxnya udah keinstall di system daripada menuh2in space :P Nah sekarang lanjut ke pembahasan perbagian :)

Sebelum lanjut, mau saya jelaskan bahwa tweak ini tidak akan mempengaruhi hasil benchmark seperti quadrant, benchmark lebih ke arah hardware dan tidak dipengaruhi oleh tweak ini. Apa sih sysctl.conf ini? Karena Android berbasis linux, sama seperti di linux, di android juga terdapat file bernama sysctl.conf yang berisi parameter kernel. Dengan aplikasi Sysctl Config di android, kita bisa memodifikasi file sysctl.conf di handheld kita untuk meningkatkan performa dan memperpanjang umur batere. Maksudnya, disini membuat batere tidak cepat habis/boros. Sebagai contoh, sebelum saya memodifikasi dengan Sysctl, Samsung Galaxy Mini saya dengan pemakaian standar saya, jam 6 pagi saya cabut dari charger, jam 6 sore saya sampai rumah batere tersisa 20%. Setelah saya modifikasi, jam 6 sore saya sampai rumah batere masih tersisa 50-60% …. lumayan buat modal socmed di kampus pas kuliah klo dosennya lagi ngebosenin :D

Nah, kelemahannya (bukan kelemahan akibat modifikasi ini) adalah, poin2 yang bisa diedit dengan Sysctl ini cuman sedikit >_< padahal masih banyak parameter lainnya, tapi it’s ok, menurut saya (sekarang) ini sudah cukup untuk meningkatkan performa device dan ketahanan batere. Nah sekarang kita bahas per poin parameter.

  • Min Free KBytes (vm.min_free_kbytes), ini digunakan untuk membuat Virtual Memory (VM) Linux mempertahankan nilai minimum kilobytes. VM menggunakannya untuk menghitung nilai pages_min untuk setiap zona low memory dalam sistem. Setiap zona low memory dalam sistem mempunyai nilai free pages (istilahnya apa yah, saya jugak bingung :D ) cadangan yang sesuai dengan ukurannya sendiri-sendiri. Nilai default poin ini adalah 2048
  • Dirty Ratio (vm.dirty_ratio) dan Dirty Background Ratio (vm.dirty_background_ratio) berfungsi mengontrol seberapa sering kernel menulis data ke disk (disk dalam hal ini adalah internal sd card di sistem/handheld, bukan external sd card). Ketika aplikasi-aplikasi menulis data ke disk, Linux sebenarnya tidak menulis data langsung ke disk, tetapi linux menulisnya ke system memory dan kernel menangani kapan dan bagaimana data tersebut dimasukkan ke disk. Nilai dalam sysctl mempresentasikan prosentase, lebih tinggi prosentase yang sampeyan masukkan, lebih lama menunggu data di masukkan ke disk, sebaliknya, semakin rendah nilai prosentase yang sampeyan masukkan, data lebih sering dimasukkan ke disk. Sekarang kita ingat2 lagi, kita berhadapan dengan internal disk yaitu solid state disk, bukan disk dengan sistem piringan seperti harddisk di komputer, jadi kita bisa menahan sistem memasukkan data ke disk lebih lama daripada di disk dengan sistem piringan.
  • VFS Cache Pressure (vm.vfs_cache_pressure), nah …. yang ini menarik, cache file sistem (dentry/inode) lebih penting daripada block cache dalam dirty ratio dan dirty background ratio, jadi kita menginginkan kernel untuk menggunakan lebih banyak RAM untuk cache file sistem. Ini akan meningkatkan performa sistem tanpa mengorbankan performa pada level aplikasi. Nilai defaultnya adalah 100 (dalam prosentase), yang harus dilakukan adalah merubah prosentasenya lebih rendah untuk memberitahukan kernel agar mendukung cache file sistem dan tidak men-drop-nya secara tiba-tiba.
  • Oom Allocating Task (vm.oom_kill_allocating_task) di Sysctl diberikan opsi centang maksudnya diaktifkan atau tidak atau merepresentasikan nilai “1″ / “0″ atau On/Off. Fitur ini digunakan untuk mengaktifkan atau tidak trigger untuk killing task pada situasi OOM (Out Of Memory). Kalau ini tidak dicentang/diaktifkan, OOM Killer akan memindai seluruh daftar task dan memilih task yang akan di kill berdasarkan heuristik (silahkan googling artinya :D ). Biasanya OOM akan memilih task yang memakan banyak memori (rogue memory hogging) dimana bila di kill akan melegakan memory dalam jumlah besar. Bila poin ini di aktifkan/dicentang, maka OOM Killer akan meng-kill aplikasi yang memicu kondisi OOM. Ini meminimalisir pemindaian task dimana bisa mengakibatkan sistem hang atau freeze.
Lalu berapa nilai2 yang harus saya assign pada Sysctl? Tergantung hardware dan kenyamanan masing2. Intinya silahkan coba nilai satu persatu. Intinya dengan mengaktifan Sysctl, biarkan sampeyan coba konfigurasi default selama 1-2 hari, bila dirasa kurang, silahkan dirubah-rubah nilainya. Lah kalau Galaxy Mini saya pengaturannya:
  • Min Free KBytes: 16384
  • Dirty Ratio: 90
  • Dirty Background Ratio: 70
  • VFS Cache Pressure: 10
  • Oom Allocating Task: Aktif
Hasilnya seperti yang saya ceritakan diatas :D Selamat mencoba :)
Baca Selengkapnya - Tutorial Hemat Baterai Android dengan Modifikasi Sysctl.Conf

Pemahaman Yang Salah Kaprah Mengenai Task Killer (Alasan mengapa Android Task Killer Tidak Kita Butuhkan)


Android task killer  adalah salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh (download) oleh para pengguna handphone Android. Aplikasi ini memiliki fungsi untuk mematikan aplikasi-aplikasi lainnya baik aplikasi yang sedang aktif maupun aplikasi yang sedang berjalan di background.

Dikatakan bahwa dengan mematikan aplikasi atau game Android menggunakan Android Task Killer, hp Android anda akan bekerja lebih cepat dan lebih hemat baterai. Namun, apakah memang benar kenyataannya seperti itu? Untuk mengetahui mengenai hal tersebut, ada baiknya anda mengetahui cara kerja sistem Android terlebih dahulu. Namun bila anda tidak memiliki waktu banyak bisa langsung ke bagian Rangkuman di bagian bawah

Advance Task Killer
Sistem Kerja Android dan Salah Kaprah Mengenai Task Killer

Jika anda menginstall Android task killer, sebagai contoh yang terkenal Advance Task Killer, pada aplikasi tersebut akan terlihat daftar aplikasi yang sedang aktif dan aplikasi yang sedang berjalan di ­background (aplikasi yang masih berjalan namun sudah/sedang tidak digunakan). Pada Aplikasi tersebut tertera juga sisa memori RAM (available memory) yang tidak terpakai pada telepon anda.

RAM: Random Access Memory adalah memori sementara yang digunakan oleh CPU (Central Processing Unit) untuk mengakses informasi atau data-data yang diperlukan untuk menjalankan suatu “proses”. Semakin besar RAM, maka secara garis besar akan mempercepat kinerja sistem karena CPU dapat mengakses lebih banyak informasi pada saat yang bersamaan. Jika anda mematikan salah satu aplikasi, maka available memory akan meningkat. Anda dapat mematikan aplikasi satu persatu maupun sekaligus. Anda dapat mengaturnya agar dapat mematikan aplikasi secara otomatis pada interval waktu tertentu atau ketika layar dimatikan.

Setiap aplikasi Android yang berjalan akan “memakan” memori RAM telepon anda. Semakin banyak aplikasi yang diaktifkan, semakin sedikit sisa memori (available memory) yang tersisa. Hal inilah yang sering disalah artikan oleh pengguna handphone Android. Kebanyakan dari pengguna berpikir semakin sedikit aplikasi yang aktif dan semakin banyak sisa memori yang tersedia, maka semakin cepat kinerja ponsel dan juga akan semakin irit baterai. Hal ini tidaklah benar. Pada sistem Android, setiap aplikasi yang tidak aktif digunakan akan disimpan dalam sistem “memori” telepon. Aplikasi yang disimpan dalam memori atau berjalan di background akan lebih cepat untuk di aktifkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan. Dengan mematikan aplikasi yang berjalan di background justru akan membuat handphone mengeluarkan energi lebih banyak ketika aplikasi tersebut ingin diaktifkan kembali yang pada akhirnya justru membuat baterai menjadi boros.

Selama aplikasi tersebut tidak aktif atau tidak menggunakan CPU dan hanya menggunakan memori RAM HP Android anda, maka aplikasi tersebut tidak akan membuat ponsel anda menjadi lebih boros. Anda juga tidak perlu khawatir kekurangan memori RAM jika sewaktu-waktu anda ingin mengaktifkan, misalnya game HD (high definition) yang membutuhkan RAM besar, karena sistem Android akan secara otomatis mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background yang tidak diperlukan agar dapat memberikan available memory (RAM) yang lebih banyak. Artinya anda tidak perlu khawatir akan ada penurunan performa handphone jika banyak aplikasi yang berjalan di background.

Sistem kerja Android yang secara otomatis mematikan aplikasi bila diperlukan membuat beberapa (bahkan banyak) pengembang aplikasi yang membuat aplikasi android yang tidak memiliki tombol exit, atau setidaknya tombol exit agak merepotkan untuk di akses.
Catatan: Kondisi ini berlaku untuk sistem operasi Android. Untuk sistem operasilainnya, pada umumnya tidak akan secara otomatis mematikan aplikasi bila dibutuhkan RAM lebih banyak, sehingga untuk meningkatkan kinerja, pengguna harus mematikan aplikasi yang tidak terpakai.

Resiko Menggunakan Android Task Killer

Penggunaan task killer memiliki resiko. Jika anda tidak sengaja mematikan aplikasi yang diperlukan oleh sistem Android, maka ponsel tidak akan beroperasi sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, tanpa sengaja aplikasi push email anda matikan dan ponsel Android anda terlihat seperti berjalan normal, namun tanpa disadari anda tidak akan menerima notifikasi bila ada email baru.
Namun, sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pembuat Advance Task Killer (ATK) dengan membuat pengaturan ignore list (daftar hirau) yaitu anda dapat menentukan aplikasi mana saja yang tidak boleh dimatikan. Selain itu ATK dapat membantu anda untuk memilih aplikasi mana saja yang sebaiknya di masukkan dalam ignore list secara otomatis.

Masih Perlukah Task Killer?

Saya pribadi masih menginstall ATK pada handphone Android yang saya miliki. Hal ini bukan untuk mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background, namun untuk memudahkan saya untuk mematikan aplikasi yang berjalan dengan tidak semestinya (error). Dari sisi performa dan kinerja baterai, saya tidak menemukan perbedaan saat dahulu saya masih aktif menggunakan ATK dengan saat sekarang saat saya jarang sekali menggunakan ATK.

Rangkuman dan Pertanyaan
1.     
Apa itu Android Task Killer? 
Jawab: Adalah aplikasi Android untuk mematikan aplikasi-aplikasi lainnya baik secara manual maupun otomatis
2.    
     Apakah penggunaan Android Task Killer akan mempercepat kinerja dan menghemat baterai hp Android yang saya miliki?
Jawab: Tidak juga
3.       
      Kalau begitu, maka tidak diperlukan RAM besar pada handphone Android?
Jawab: Tergantung kebutuhan. Sebagai contoh, bila sebuah aplikasi katakanlah membutuhkan RAM sebesar 300 MB untuk dapat berjalan dengan normal, dan dari sisi hardware handphone Android hanya memilik RAM sebesar 256 MB, maka walaupun semua aplikasi yang berjalan di background sudah dimatikan oleh sistem Android, namun tetap saja akan terjadi kondisi dimana aplikasi tidak dapat berjalan / berjalan lambat akibat kekurangan RAM.
4.      
          Saya menggunakan Android Task Killer dan saya merasakan kinerja ponsel saya meningkat dan lebih hemat baterai.
Jawab: Hal tersebut bisa diakibatkan oleh tiga hal. Yang pertama, task killer mematikan aplikasi yang tidak bekerja dengan sempurna (aplikasi rusak / bad code) yang membuat sistem operasi Android dan CPU bekerja ekstra. Kedua, task killer mematikan aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara terus menerus dan ketiga, itu hanya sugesti anda saja Description: :)

Kesimpulan

Sejak lama topik ini merupakan perdebatan yang cukup panas dan pada forum-forum Android banyak yang saling memberi pendapat baik berdasarkan pengalaman masing-masing maupun dengan menggunakan data teknis yang mereka miliki.  Sebagian mengatakan bahwa Android Task Killer sangat diperlukan, sebagian lainnya mengatakan sebaliknya.  Saya tidak menganjurkan dan juga tidak melarang anda untuk menggunakan Android task killer. Apabila anda merasa nyaman dan merasakan manfaat dari penggunaan Android Task Killer, maka hal tersebut sah-sah saja dilakukan.

Task killer diperlukan untuk mematikan aplikasi yang berjalan dengan tidak semestinya, misalnya dalam kasus yang kadang2 saya alami, saat aplikasi browser Opera tidak mau koneksi ke internet, saya matikan terlebih dahulu menggunakan task killer lalu saya aktifkan kembali Browser Opera dan koneksi menjadi normal kembali.
Saya Sarankan jangan mengatur task killer untuk secara otomatis mematikan aplikasi pada handphone Android anda, karena ada kemungkinan membuat sistem operasi Android menjadi tidak stabil. Namun, jika anda yakin bahwa aplikasi yang akan dimatikan secara otomatis tidak akan membawa dampak apapun pada HP anda, hal tersebut sah-sah saja dilakukan.

Baca Selengkapnya - Pemahaman Yang Salah Kaprah Mengenai Task Killer (Alasan mengapa Android Task Killer Tidak Kita Butuhkan)

Tips & Trick Menghemat Baterai di Android


Pada artikel kali ini saya akan menginformasikan kepada follower @DroidUNJ dan pembaca blog ini tentang tips menghemat baterai Android. Jika Anda ingin mengetahui penyebab Android boros baterai, silahkan membaca artikel berikut: Alasan Mengapa Perangkat Android itu Boros Baterai

Cara Hemat Baterai Android Tanpa Bantuan Aplikasi:

Letakkan handphone Android di tempat yang mudah terjangkau sinyal telepon

Sebaiknya Anda jangan meletakkan HP Android di tempat yang berpotensi menghalangi sinyal telepon. Misalnya jauh di dalam tas, di laci meja yang sangat tertutup, di dalam dompet tebal, dll. Karena jika ponsel diletakkan di tempat-tempat tersebut akan menyebabkan hp selalu mencari sinyal yang pada akhirnya menghabiskan daya baterai.
Bila kondisi sinyal buruk atau bahkan tidak mendapat sinyal, sebaiknya Anda mematikan koneksi data, telepon, Bluetooth, dll dengan cara di atur ke mode flight mode (mode pesawat). Caranya masuk ke menu pengaturan dengan menekan tombol HOME > tekan tombol MENU >  pilih settings (Pengaturan)  > pilih Wireless & Networks (Nirkabel dan Jaringan) > beri tanda centang pada tulisan Air Plane (flight) mode / mode pesawat untuk mengaktifkan. Kondisi Airplane mode sangatlah menghemat baterai Android.

Atur Brightness/Kecerahan Layar ke Tingkat Minimum

Untuk melakukan pengaturan ini Anda perlu menekan tombol HOME  > tekan tombol MENU > pilih Settings (Pengaturan) > Display (Tampilan) > Brightness (kecerahan). Bila ada pilihan automatic brightness (kecerahan otomatis) jangan dicentang,

Gunakan wallpaper, background dan themes berwarna gelap

Cara hemat baterai Android dengan metode ini dapat membantu menghemat baterai sedikit, namun hanya efektif digunakan pada handphone yang menggunakan layar AMOLED. Bila metode ini digunakan pada handphone dengan layar non AMOLED, maka tidak akan ada perbedaan yang signifikan (malah mungkin tidak ada).

Matikan Wi-Fi, Bluetooth dan GPS bila tidak digunakan

Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan Bluetooth / Wi-Fi dapat dilakukan dengan menekan tombol HOME > tekan tombol MENU >  pilih settings (Pengaturan)  > pilih Wireless & Networks (Nirkabel dan Jaringan) > Untuk mengaktifkan Wi-Fi/Bluetooh dilakukan dengan cara memberi tanda centang / check list pada tulisan Bluetooth atau Wi-Fi. Untuk mematikannya jangan dicentang atau dikosongkan.
Untuk mematikan GPS dapat dilakukan dengan masuk ke menu Settings (Pengaturan)  > Location & Security (Keamanan & Lokasi) > jangan centang pada tulisan GPS maupun A-GPS/Assisted GPS (Gunakan GPS berbantu).

Matikan Animasi

Tampilan yang beranimasi (bergerak) memang terlihat indah, namun hal tersebut akan membuat CPU bekerja ekstra yang pada akhirnya membuat baterai menjadi boros. Untuk menghemat baterai Android, sebaiknya Anda mematikan semua fitur animasi, misalnya fitur live wallpaper.
Untuk mematikan fitur animasi lainnya dapat dilakukan dengan cara menekan tombol HOME  > tekan tombol MENU > pilih Settings (Pengaturan) > Display (Tampilan) > Animation (Animasi) > pilih No Animation (Tanpa Animasi).

Matikan suara atau getaran saat menekan tombol

Bila tidak diperlukan, sebaiknya Anda mematikan nada atau getaran ketika tombol ditekan. Caranya masuk ke menu Settings (pengaturan) > Sound (Suara)  > jangan centang (kosongkan) pada pilihan:
  • Audible Touch Stones (Nada Sentuhan): Suara ketika menekan tombol Dialpad (tombol nomor telepon)
  • Audible Selection (Pilihan terdengar): Suara ketika menyentuh pilihan apapun
  • Screen Lock Sounds (Suara kunci layar): Suara ketika mengunci layar
  • Haptic feedback (umpan balik sentuhan): Hp akan bergetar ketika pengguna melakukan pilihan pada menu tertentu.
Matikan aplikasi atau widget yang tidak terlalu berguna yang menggunakan koneksi internet

Sebaiknya untuk aplikasi atau widget yang jarang digunakan dan memiliki akses untuk melakukan koneksi “background data”, lebih baik dimatikan. Misalnya aplikasi atau widget ramalan cuaca. Kami akui widget tersebut terlihat keren jika ditampilkan pada layar ponsel Android, namun jika Anda jarang menggunakannya lebih baik dimatikan untuk menghemat baterai Android.

Atur Koneksi Hanya Berjalan di 2G (GPRS/EDGE)

Jika kondisi sinyal di daerah Anda tidak terlalu baik, sebaiknya Anda mengatur agar koneksi berjalan di jaringan 2G only. Sebagai catatan, jika koneksi diatur ke 2G only, memang baterai Android akan sedikit lebih hemat namun kecepatan koneksi internet akan berkurang. Jadi jika Anda ingin mengunduh (download) sebuah file yang cukup besar sebaiknya koneksi dikembalikan terlebih dahulu ke 3G karena kalau semakin lama proses download tersebut malah justru membuat baterai Android lebih boros.
Untuk mengatur koneksi ke 2G only dapat dilakukan dengan cara masuk ke Settings (pengaturan) > Wireless & Networks/wireless controls (Nirkabel dan Jaringan)> Mobile networks (Jaringan telepon):
  • cari tulisan “Use only 2G networks” (Gunakan jaringan 2G saja) > beri tanda centang.
  • Bila tidak ditemukan tulisan “Use only 2G networks”, cari pilihan “Select Network” (pilih jaringan) > pilih “2G only” (Hanya 2G)
  • Bila tidak ditemukan, cari pilihan “Network Mode” (Modus Jaringan) > pilih “GSM Only”(Hanya GSM)
Matikan background data (data pendukung) dan auto sync (sinkronisasi otomatis)
Dengan mematikan background data dan auto sync dapat menghemat baterai Android cukup signifikan, namun hal ini juga memiliki kekurangan.

Matikan koneksi internet sepenuhnya

Bila hal ini dilakukan, maka akan sangat menghemat baterai handphone Android. Daya tahan baterainya bisa mencapai dua kali lipat dibanding kalau koneksi data selalu aktif. Anda juga dapat mematikan koneksi internet saat sedang tidur. 

Hapus (uninstall) aplikasi yang tidak terlalu diperlukan

Dengan menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu berguna akan membuat memori telepon tidak kepenuhan dan lebih banyak ruang kosong (free memory) yang akan menyebabkan sistem bekerja lebih efisien yang pada akhirnya dapat menghemat baterai Android.

Atur Volume Ringtone dan Notifikasi

Hal ini sebenarnya lebih dikhususkan bagi pengguna hp Android yang sering menerima telepon, SMS, atupun online chatting. Dengan mengatur volume ringtone atau notifikasi ke tingkat minimum atau tidak terlalu kencang dapat menghemat baterai Android. Selain itu atur agar untuk mode getar (vibrate) aktif hanya pada kondisi dalam kondisi diam (silent only) jangan pilih selalu menyala (Always ON). Pengaturan dapat dilakukan dengan masuk ke menu Settings (pengaturan) > Sound (Suara)  > Vibrate (Getarkan)

Atur Screen Time Out

Atur screen time out (layar otomatis mati) ke waktu yang tercepat, atau selalu matikan layar ketika sudah tidak dibutuhkan. Pengaturan dapat dilakukan pada menu Settings (Pengaturan) > Display (Tampilan) > Time Out Time (Layar time Out)

Log Out dari aplikasi yang tidak terlalu diperlukan

Bila tidak digunakan, sebaiknya anda log out dari layanan aplikasi-aplikasi yang tidak digunakan. Misalnya Anda menggunakan aplikasi Facebook sesekali saja dan tidak perlu notifikasi instan dari FB, maka sebaiknya Anda log out dari akun Facebook agar aplikasi tersebut tidak selalu terkoneksi ke server untuk mencari update informasi terbaru. Hal ini berlaku juga untuk aplikasi-aplikasi lainnya seperti Twitter, Yahoo mail, dll.

Selalu pilih tombol BACK dibanding HOME untuk mematikan aplikasi

Untuk keluar dari aplikasi Android ketika Anda telah selesai menggunakannya, selalu gunakan tombol BACK daripada menggunakan tombol HOME. Dengan menggunakan tombol BACK, pada umumnya aplikasi Android akan mati atau tidak berjalan lagi. Namun bila menggunakan tombol HOME, aplikasi Android akan berjalan di background (latar belakang), jadi tidak sepenuhnya mati (off).

Tips Hemat Baterai Android dengan Bantuan Aplikasi:

Saat ini cukup banyak aplikasi-aplikasi yang dapat membantu untuk menghemat baterai Android. Berikut adalah beberapa aplikasi tersebut:

Watchdog Task Manager
Penggunaan task manager atau task killer secara sembarangan dapat menyebabkan handphone Android berjalan dengan tidak sempurna dan menyebabkan baterai menjadi boros.Namun, Anda dapat mencoba aplikasi Watchdog Task Manager. Aplikasi ini berguna untuk memonitor aplikasi-aplikasi Android yang berjalan di background yang menggunakan CPU (processor) dengan tidak normal atau banyak menggunakan CPU. Bila ada aplikasi yang berjalan tidak normal akan langsung diinformasikan melalui notification panel dan pengguna akan diberikan pilihan untuk mematikan (kill) aplikasi tersebut, membiarkannya (ignore) saja atau memasukkannya ke daftar white list (aplikasi memang diperbolehkan untuk menggunakan CPU “sepuasnya”)

Dengan mengetahui aplikasi mana saja yang sering menggunakan CPU saat berjalan di background Anda dapat mengambil keputusan untuk menghapus (uninstall) aplikasi tersebut bila memang tidak diperlukan.
watchdog lite aplikasi penghemat baterai android
Aplikasi Watch Dog Lite

Pada contoh screenshot diatas, terlihat bahwa CPU digunakan sebesar 6,7 % oleh aplikasi-aplikasi yang berjalan di Background. Untuk mengetahui aplikasi apa saja yang menggunakan CPU, Anda cukup mengklik pada tab “CPU”.
buat handphone android irit
CPU tab
Pada tab CPU akan dijelaskan besarnya penggunaan CPU saat berjalan di
  • Background: Aplikasi masih aktif namun tidak tertampil pada layar dan dalam status standby (tidak berjalan) atau bisa juga sedang menjalankan prosesnya sendiri sambil menunggu perintah selanjutnya.
  • Foreground: Aplikasi yang aktif yang saat ini digunakan oleh pengguna handphone Android.
  • Service: Aplikasi yang mempunyai fungsi untuk monitoring aplikasi atau fungsi sistem Android lainnya. Sebaiknya aplikasi ini jangan dimatikan karena dapat membuat suatu fungsi tidak berjalan dengan baik. Misalnya bila anda mematikan fungsi “service” Email, maka Anda tidak akan menerima email baru.
Anda dapat juga langsung mematikan aplikasi Android apabila dirasa tidak diperlukan (namun menggunakan banyak CPU). Bila aplikasi berjalan di background namun tidak menggunakan CPU, maka aplikasi tidak perlu dimatikan. Kami menyarankan agar Anda tidak mematikan “aplikasi” sistem Android dan juga aplikasi yang ada tulisannya ada kata “Google”. Perhatikan ikon yang dilingkari merah pada gambar diatas. Jika gambar ikonnya seperti itu, sebaiknya jangan di “kill” atau dimatikan.

ShutUpBatterySaver

Aplikasi yang satu ini cukup unik dan cukup membantu dalam menghemat baterai Android. Aplikasi ini berguna untuk mengatur fitur auto sync (sinkronisasi otomatis) tidak selalu aktif dan mengaturnya dalam interval yang ditentukan. Misalnya Anda dapat mengatur agar auto sync aktif setiap satu jam sekali selama sepuluh menit. Artinya setiap jam, handphone Android akan melakukan sinkronisasi dan setelah sepuluh menit, fitur sinkronisasi akan kembali dimatikan. Anda bebas menentukan waktu interval dan lamanya waktu sinkronisasi.
Dengan menggunakan aplikasi ini Anda dapat juga mengatur agar mematikan koneksi internet secara otomatis jika kondisi sinyal di lokasi Anda sedang tidak baik atau lemah (low Signal)
Tshut up battery saver untuk menghemat baterai Android
Aplikasi Shut up Battery Saver
Keterangan Gambar:
Autosync Scheduler:
  • Autosync Scheduler enable: klik ON untuk mengatur fitur auto sync terjadwal (bisa dibilang mengaktifkan aplikasi ShutUp Battery Saver)
  • AutoSync OFF Interval: Pengaturan berapa lama handphone dibuat tidak dapat melakukan sinkronisasi dengan server (artinya HP tidak dapat menerima email, pesan dari jaringan sosial, dll)
  • AutoSync ON Interval: Pengaturan berapa lama handphone diperbolehkan melakukan sinkronisasi secara otomatis
Catatan: Auto sync akan ON setelah interval Auto Sync OFF. Bila contoh gambar diatas, AutoSync OFF Interval = 1 H (jam), AutoSync ON Interval: 10 m (menit).
Artinya selama 1 jam handphone tidak akan dapat melakukan sinkronisasi > setelah 1 jam handphone akan melakukan sinkronisasi selama 10 menit > setelah 10 menit fitur sinkronisasi akan kembali dimatikan dan hp akan tidak melakukan sinkronisasi selama 1 jam kedepan, dan seterusnya.
Low Signal Control:
  • Low Signal Master Switch: klik untuk mematikan dan menyalakan fitur ini. Fitur ini berfungsi untuk mematikan fitur Auto Sync dan/atau koneksi internet jika sinyal lemah
  • Autosync Treshold: Berfungsi untuk mengatur agar handphone mematikan fitur AutoSync jika kondisi sinyal lemah (semakin digeser ke kanan berarti semakin besar kekuatan sinyal, artinya jika Anda geser slide full di kanan, saat sinyal jelek sedikit saja, fitur auto sync akan dimatikan.
  • Mobile internet Treshold: Berfungsi untuk mematikan koneksi internet jika sinyal buruk
Efek samping dari penggunaan aplikasi ini adalah Anda akan terlambat menerima notifikasi, pesan atau data dari setiap aplikasi yang membutuhkan fitur auto sync. Misalnya bila ada email baru, Anda baru akan mengetahuinya ketika jadwal sinkronisasi berikutnya.
Traffic Monitor
Aplikasi ini berguna untuk memantau aplikasi-aplikasi yang menggunakan koneksi internet. Seperti kita ketahui, koneksi internet / data memakan cukup banyak daya baterai Android, oleh karena itu dengan mengambil tindakan yang tepat dapat membantu untuk menghemat baterai Andoid.

Quick Settings
Aplikasi ini hanyalah sebuah shortcut atau jalan pintas untuk mengakses pengaturan-pengaturan Android. Untuk menggunakan aplikasi ini Anda cukup menginstallnya lalu meletakkan ikon aplikasi di layar utama. Setiap kali Anda menekan ikon aplikasi, akan muncul pengaturan seperti gambar dibawah:
cara menghemat baterai android
Aplikasi Quick Settings
Aplikasi Quick Settings hanyalah salah satu contoh. Banyak aplikasi sejenis lainnya dengan tampilan dan cara pengaturan yang berbeda, silahkan Anda pilih yang paling disukai.


Demikianlah tips hemat baterai Android persembahan @DroidUNJ. Karena perbedaan tipe handphone Android, maka cara pengaturan diatas bisa saja berbeda sedikit antara satu handphone dengan handphone lainnya. Misalnya untuk pengaturan sound & display pada beberapa jenis ponsel Android digabung menjadi satu, sementara pada HP lainnya pengaturan Sound dipisahkan dengan pengaturan Display.

Sebenarnya masih cukup banyak aplikasi penghemat baterai Android lainnya selain aplikasi yang telah disebutkan diatas. Bila Anda ingin mencoba aplikasi lainnya, cukup ketikkan “Battery saver” pada kolom pencarian Android Market (Google Play). Selamat bereksperimen :)

Baca Selengkapnya - Tips & Trick Menghemat Baterai di Android

Alasan Mengapa Perangkat Android itu Boros Baterai


Kalau ada sebuah survey yang menanyakan keluhan utama dari sebuah sistem operasi Android, saya yakin sebagian besar akan menjawab borosnya baterai handphone Android (atau tablet Android). Namun, benarkah demikian? Berikut adalah penjelasannya:

Kenapa Android boros baterai?

Sistem operasi Android sebenarnya tidaklah boros baterai, namun hal-hal berikut yang menyebabkan tablet atau handphone Android “terkesan” boros baterai:

Penyebab Handphone Android Boros Baterai #1:

Salah satu keunggulan handphone Android adalah selalu “online”. Anda akan mendapatkan notifikasi pesan, data atau informasi baru dari setiap aplikasi yang terinstall di tablet/ hp Android secara instan. Artinya ponsel Android selalu terkoneksi  dan melakukan sinkronisasi ke jaringan internet atau server dari masing-masing aplikasi. Hal inilah yang paling membuat ponsel Android boros baterai.

Kondisi sinyal jaringan telepon yang tidak menentu di Indonesia semakin memperparah daya tahan baterai Android. Kalau sinyal lemah, handphone akan membutuhkan daya ekstra untuk mempertahankan sinyal tersebut. Selain itu sinyal yang buruk akan membuat koneksi data menjadi lambat sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses internet, melakukan sinkronisasi, dll.

Penyebab Handphone Android Boros Baterai #2:

Spesifikasi yang diusung oleh handphone Android di kisaran harga yang sama, pada umumnya lebih tinggi dibanding handphone yang tidak menggunakan sistem operasi maupun dengan handphone yang menggunakan sistem operasi lainnya. Dengan demikian, wajar kalau baterai bekerja ekstra untuk “menghidupi” hardware Android yang tergolong canggih, misalnya untuk menjalankan processor berkecepatan tinggi atau memberi tenaga untuk menyalakan layar sentuh yang lebar, dll.

Penyebab Handphone Android Boros Baterai #3:

Aplikasi yang terinstall pada handphone Android juga dapat menyebabkan baterai menjadi boros, misalnya aplikasi-aplikasi yang dikembangkan kurang baik (bad code). Oleh karena itu, jika Anda menginstall sebuah aplikasi dan aplikasi tersebut sering hang dan memunculkan notifikasi force close, sebaiknya segera uninstall aplikasi tersebut.

Aplikasi yang berjalan di background namun masih banyak menggunakan CPU (processor) juga pasti akan membuat baterai boros. Untuk mengetahui aplikasi yang berjalan di background namun menghabiskan baterai dapat menggunakan aplikasi bernama “Watchdog Task Manager”
Selain itu aplikasi-aplikasi, yang menampilkan animasi, misalnya launcher (theme) atau live wallpaper juga akan membuat baterai menjadi sedikit lebih boros karena CPU dibuat bekerja untuk menampilkan animasi tersebut.

Penyebab Handphone Android Boros Baterai #4:

Terlalu sering menggunakan Task Killer. Tahukah Anda bahwa terlalu sering menggunakan task killer juga bisa menyebabkan baterai boros?Pembahasan tentang Task Killer akan saya jelaskan di postingan artikel berikutnya.
Penyebab Handphone Android Boros Baterai #5:

Perilaku pengguna handphone Android juga merupakan salah satu faktor penyumbang terbesar borosnya baterai Android. Banyak laporan yang saya terima bahwa pengguna handphone Android pertama kalinya menjadi seperti orang “autis” :D Dalam artian dari pagi sampai malam kerjanya hanya main handphone atau tablet Android. Akibatnya? Baterai Android habis dalam sekejap karena digunakan secara terus menerus.

Lalu, bagaimana sih cara paling tepat dan jitu untuk menghemat baterai device Android kita? Hmm, tidak ada masalah yang tidak ada jawabannya. Ada beberapa tips dan trick untuk menekan borosnya baterai di Android. Silakan baca artikel blog saya di segmen berikutnya :D #AlwaysNgandroid
Baca Selengkapnya - Alasan Mengapa Perangkat Android itu Boros Baterai

Tutorial Rooting Android by @DroidUNJ


Apa itu Root? Fungsi root Android adalah untuk memberikan akses penuh ke file sistem Android, jika pada Windows, root hampir sama seperti fungsi administrator. Pengembang sistem operasi Android sengaja membatasi akses ke sistem file Android agar pengguna tidak “merusak” sistem, misalnya akibat tidak sengaja menghapus file penting yang berguna untuk menjalankan sistem operasi secara keseluruhan atau akibat aplikasi pihak ketiga.

Karena cukup banyak follower @DroidUNJ yang menanyakan bagaimana cara root Android, maka pada tutorial kali ini saya akan menginformasikan bagaimana caranya, namun sebelumnya ada baiknya dibaca peringatan di bawah ini.

Peringatan! Root handphone Android pada dasarnya cukup aman untuk dilakukan, namun proses ini dikatakan dapat menghanguskan garansi dan karena satu atau lain hal, kesalahan bisa saja terjadi pada saat proses root yang menyebabkan handphone brick atau mati total, walau hal ini sangat jarang terjadi.

Saya tidak bertanggung jawab atas segala resiko atau kerusakan yang mungkin terjadi akibat poses root yang Anda lakukan.
Catatan: Bila ponsel menjadi rusak setelah dilakukan root, sebenarnya kemungkinan besar bukan diakibatkan proses root itu sendiri, namun akibat dari ponsel tersebut yang sebelumnya bermasalah.

Oleh karena itu, jika Anda baru membeli ponsel Android, disarankan jangan langsung di root, gunakanlah beberapa saat terlebih dahulu untuk memastikan handphone Anda berada dalam kondisi prima tanpa kerusakan.
Hmmm… setelah membaca peringatan diatas, sebagian pembaca mungkin maju-mundur atau berpikir dua kali untuk melakukan root :D Oleh karena itu, apabila anda masih puas dengan kondisi handphone atau tablet Android Anda saat ini, maka proses Root sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Masih penasaran? Berikut adalah cara rooting Android menggunakan aplikasi SuperOneClick, Universal Androot dan z4root.

Cara Root Android Menggunakan SuperOneClick:
Persiapan:
  1. Unduh (download) terlebih dahulu driver untuk handphone Anda. Bila pada paket pembelian disertakan CD, biasanya driver terdapat pada CD tersebut. Untuk handphone Samsung, driver HP terdapat pada software Kies.
  2. Unduh aplikasi SuperOneClick. Anda dapat mendownloadnya disini 
  3. Bila Komputer Anda menggunakan sistem operasi Windows XP, maka pada komputer Anda harus sudah terinstall Microsoft .NET Framework v2.0+ terlebih dahulu. Jika Anda adalah pengguna Windows Vista atau Windows 7, maka hal ini tidak perlu dilakukan (sudah terinstall).
  4. Sebaiknya baterai handphone dalam kondisi terisi 70% keatas
  5. Matikan antivirus di komputer sementara waktu
  6. LEPASKAN SD card atau memory card terlebih dahulu.

Catatan: Proses root tidak akan menghapus data-data pada telepon, namun kami sarankan untuk memback up data-data yang penting terlebih dahulu.

Langkah-langkah root handphone Android:
  • Anda harus mengatur ponsel Android ke mode Debugging dengan cara masuk ke Settings (Pengaturan) > Applications (Aplikasi) > Development (Pengembangan) > centang USB debugging (Men-debug USB)
bagaimana cara root android
Android USB Debugging Mode
  • Hubungkan handphone Android Anda ke computer menggunakan kabel USB. Tunggu hingga handphone Anda terdeteksi di komputer dan pada bagian notification panel ponsel muncul indikator USB debugging mode aktif (ditandai dengan gambar tanda seru di dalam segitiga)
  • Ekstrak file SuperOneClick.zip menggunakan WinZip, WinRAR, 7-Zip, atau IZArc.
  • Jalankan aplikasi SuperOneClick.exe. Bila Anda adalah pengguna Windows 7 atau Vista, jalankan program dengan cara klik kanan mouse, lalu pilih “Run as administrator”
cara root android menggunakan superoneclick
Cara Root Android Menggunakan SuperOneClick
  • Klik Root
  • Tunggu hingga proses selesai (hanya memakan waktu beberapa menit)
  • Jika muncul notifikasi “Root files have been installed! Would you run a test?” Silahkan di klik Yes
  • Proses telah selesai :) Silahkan restart HP Android Anda.
  • Untuk mengembalikan ke kondisi awal, Anda cukup mengklik Unroot. Jika ini dilakukan + factory reset, otomatis garansi HP Anda berlaku kembali :)
Indikasi bahwa proses Rooting sudah berhasil adalah Anda akan menemukan aplikasi baru bernama Superuser. Jika Anda tidak dapat menemukan aplikasi Superuser, coba restart HP terlebih dahulu. Aplikasi ini berguna untuk mengontrol aplikasi yang membutuhkan akses root.
Dengan aplikasi ini anda dapat “mengijinkan” atau “tidak mengijinkan” aplikasi lainnya untuk mendapat hak masuk ke sistem Android. Setiap ada aplikasi yang meminta akses root akan di informasikan oleh Superuser, untuk mengijinkan Anda harus mengklik “Allow”.
Selain menggunakan aplikasi SuperOneClick, anda dapat juga menggunakan aplikasi Android seperti z4root atau Universal Androot. Dengan kedua aplikasi ini Anda dapat melakukan root langsung dari handphone tanpa memerlukan bantuan komputer.

Cara Root Android Menggunakan Universal Androot:
  1. Install aplikasinya
  2. Tunggu proses instalasi selesai
  3. Masuk ke aplikasi Universal Androot
  4. Klik root
  5. Selesai :)
  6. Jika ingin Unroot tinggal klik Unroot.

Cara Rooting Android Menggunakan z4root:

Caranya hampir sama dengan Universal Androot. Namun, Anda harus mengaktifkan mode debugging dahulu. z4root dapat melakukan root secara permanen maupun hanya temporary (sementara). Untuk mode temporary, HP akan kembali ke kondisi semula (Unroot) jika Anda merestart ponsel. Menurut pembuat aplikasi z4root, untuk mode temporary, aplikasi ini kompatibel hampir dengan semua merk handphone Android.
Menggunakan aplikasi z4root atau universal Androot memang relatif lebih mudah, hanya saja kompatibilitas kedua aplikasi ini tidak sebanyak SuperOneClick.

Demikian lah tutorial dalam melakukan rooting Android, semoga membantu :). Ingat #pepadroid ini: "Jangan biarkan kertas garansi menghambat kreatifitasmu untuk mempelajari Android lebih dalam"
Baca Selengkapnya - Tutorial Rooting Android by @DroidUNJ