Monday, May 7, 2012

Mengenal Jenis-Jenis Processor Dibalik Kecanggihan Perangkat Android



Dibandingkan dengan OS Mobile lainnya, Android memiliki banyak pilihan untuk CPU yang bisa menjalankannya. Meskipun sebagian besar arsitektur CPU ponsel yang menggunakan Android adalah ARM, namun beberapa arsitektur CPU lainnya juga men-support Android, seperti MIPS dan Power Architecture. Berikut ini adalah beberapa CPU yang jamak ditemui di gadget-gadget yang menggunakan Android
1.     Qualcomm Snapdragon
Selain digunakan untuk ponsel, Qualcomm Snapdragon juga bisa digunakan untuk Tablet PC. Sebagian besar CPU Snapdragon ini sudah mengadopsi arsitektur ARM diatas ARM 6, sehingga sudah kompatibel untuk menjalankan aplikasi berbasis Flash. Snapdragon ini menggunakan GPU (kartu grafis) terintegrasi bernama Adreno, yang menggunakan teknologi milik ATI (sebelumnya bernama Imageon). Bahkan, di tahun 2011 ini, Qualcomm berencana merilis Snapdragon yang sudah menggunakan teknologi dual core. Beberapa ponsel yang mengguanakan Snapdragon antara lain Dell Streak dan Sony Ericsson Xperia X10.
2.     Texas Instrument OMAP



OMAP (Open Multimedia Application Platform) lebih dulu dikenal di dunia smartphone karena sempat digunakan sebagai “otak” dari beberapa seri Nokia, termasuk nokia N series (N90, N91, N95). OMAP generasi ketiga, sudah menggunakan ARM 7 dan ARM Cortex 8, sehingga juga bisa digunakan untuk menjalankan Flash. OMAP menggunakan GPU Power VR, yang tidak terintegrasi kedalam chip-nya. Power VR sendiri adalah salah satu GPU untuk ponsel terbaik, yang juga digunakan Samsung untuk Galaxy S-nya. Beberapa gadget yang menggunakan OMAP antara lain Motorola Milestone 2 dan Motorola Droid.
3.     Samsung Hummingbird

 

Hummingbird adalah prosesor yang dikembangkan bersama oleh Samsung dan Intrinsity, sebuah perusahaan yang pada April 2010 lalu sudah diakuisisi oleh Apple. Prosesor ini berkekuatan 1GHz dan sudah menggunakan arsitektur ARM 8. GPU Hummingbird juga menggunakan Power VR, yang sudah mendukung teknologi rendering OpenGL ES 1.1/2.0. Power VR sendiri disebut-sebut sebagai salah satu GPU terbaik untuk ponsel Android, sehingga apabila kamu menginginkan gadget Android dengan spesifikasi besar dan GPU yang tangguh, maka Galaxy S yang menggunakan Hummingbird ini adalah salah satu pilihan terbaik.
4.     Nvidia Tegra

Tegra bisa dianggap sebagai saingan berat dari Snapdragon karena sudah menggunakan prosesor dual core 1 GHz. Tegra juga sudah menggunakan arsitektur ARM 7 sehingga juga sudah bisa digunakan untuk menjalankan Flash. CPU ini menggunakan GPU yang dikembangkan oleh Nvidia sendiri, Ultra Low Voltage (ULV) GeForce, dan juga siap untuk menjadi penantang Adreno yang menggunakan teknologi dari Ati. Beberapa gadget yang sudah menggunakan Tegra ini antara lain Motorola Atrix, LG Optimus 2X, Motorola Droid Bionic, dan beberapa tablet PC lokal seperti Zyrex One Pad. Kini Tegra telah memasuki era quadcore (empat inti) lewat seri Tegra 3 yang sudah mulai dipasang di tablet mutakhir Asus Transformer Prime dan Smartphone HTC One X


Baca Selengkapnya - Mengenal Jenis-Jenis Processor Dibalik Kecanggihan Perangkat Android

Device Androidmu Sering Lag? Gunakan Script V6 Super Charger


V6 SUPERCHANGER untuk Memory Fixernya bertujuan untuk Management memory lebih baik,
Device menjadi lebih responsif dan ngebut… !

PERSYARATAN
Device harus ROOT
Do it with your own risk…!!!

File yg dibutuhkan :
  1. V6 Superchanger http://www.mediafire.com/file/b3nxbcc5n2…te8.sh.txt Download dan taruh di root sdcard jangan di folder
  2. Busybox installer http://www.mediafire.com/file/d1a0js2pgv…ller-1.apk 
  3. Script Manager http://www.mediafire.com/file/1tzh85939c…ager-1.apk 
PENGINSTALLAN BUSYBOX

  1. Download Busybox installer lalu install di device
  2. Jalankan Busybox installer pilih di select busybox version version 1.18.2 atau kebawah jangan lebih tinggi (sering error)
  3. Pilih install tunggu sampai selesai proses penginstallannya
PENGINSTALLAN SCRIPT MANAGER

  1. Download Script Manager lalu install di device
  2. Jalankan Script Manager sentuh icon menu > More > Advanced Options > Config > Browse as root di centang. Lalu sentuh icon back akan ada list dari file2 di sdcard cari dan pilih V6 Superchanger
 
3. Centang di run as root lalu pilih Run
 

4. Nanti akan ada pilihan untuk Scrolling text Speed 1-3 lalu sentuh layar untuk mengeluarkan keyboard pilih nomornya terserah anda (misal 1 untuk fast)

5. Akan ada pilihan SUPERCHANGER MENUS 1-17 di sini ane pilih no 6 (Balanced 3 setting) ideal untuk mi410 tetapi terserah anda jika hendak memilih opsi lain

6. Setelah script berjalan dan selesai,akan ada pilihan 1-17 pilih no 16 untuk me reboot HH Anda :-P
“Maka device anda akan reboot dan V6 Superchanger script akan berjalan di device anda”

7. Untuk memastikan script V6 SUPERCHANGER benar2 berjalan , buka root explorer lalu ke data apabila telah terdapat99superchanger.sh maka V6 script telah berjalan di device anda.
Kamu bisa merasakan perbedaannya menjadi lebih smooth dan cepat.. !!! Selamat berksperimen, Androiders :)
Baca Selengkapnya - Device Androidmu Sering Lag? Gunakan Script V6 Super Charger

Tips Meningkatkan Kecepatan SD Card di Android


Semakin canggihnya teknologi handphone Android menuntut semakin tingginya kualitas dari perangkat penunjangnya. Salah satunya adalah kualitas SD card. Salah satu faktor yang menentukan kualitas dari sebuah SD card adalah kecepatan baca dan tulisnya (read and write speed) atau dapat juga ditentukan dari class sebuah SD card. Pengertian class SD card secara singkat adalah kecepatan tulis (write speed) dari sebuah SD card.

Artikel ini saya buat setelah beberapa hari yang lalu ada seorang follower @DroidUNJ yang menanyakan “apakah dapat meningkatkan class dari sebuah SD Card?” Jawabannya kemungkinan besar tidak, karena class SD card ditentukan dari kecepatan tulis yang sudah menyangkut hardware dari SD card itu sendiri.

Mungkin akan muncul pertanyaan “Berarti, mau tidak mau kita harus membeli SD card dengan class yang lebih baik?” jawabannya tidak juga. Bila performa handphone menjadi lemot atau lambat, misalnya pada saat membuka folder foto waktu loading-nya lama sekali, atau pada saat bermain game seperti patah-patah (lag), maka Anda tidak perlu terburu-buru membuang SD card Anda yang lama dan membeli SD card baru yang lebih baik. Hal ini dikarenakan proses loading yang lama bukan di akibatkan dari kecepatan tulis (write) yang rendah, namun di akibatkan oleh kecepatan baca (read) yang rendah.

Memang SD card dengan class tinggi pada umumnya juga memiliki kecepatan baca yang cepat. Namun, bila Anda memiliki SD card class rendah (class 2), maka tidak perlu berkecil hati, walaupun Anda tidak dapat meningkatkan kecepatan tulisnya (meningkatkan class-nya), namun Anda masih dapat meningkatkan kecepatan bacanya menggunakan aplikasi SD Booster. Lagi pula, untuk dapat meningkatkan performa handphone Android, pada umumnya bukanlah dengan cara menggunakan SD card yang memiliki kemampuan tulis (write) yang tinggi, namun dengan menggunakan SD card dengan kemampuan baca (read) yang cepat.

Tutorial meningkatkan kecepatan SD card menggunakan SD Booster

Penggunaan aplikasi ini mudah, namun pertama-tama Anda harus root handphone Android terlebih dahulu. Penjelasan root dapat dilihat pada artikel Tutorial Rooting Android by @DroidUNJ

Bila handphone Android sudah di root, Anda hanya perlu mengunduh (download) aplikasi SD booster buatan Daniel Mehrmann (Akusari) dari Android market. Pada saat proses instalasi akan muncul peringatan yang kurang lebih artinya “Pembuat aplikasi SD Booster tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang mungkin muncul akibat penggunaan aplikasi ini” dan tentu saja saya pun tidak :) So, take it or leave it
Namun Anda jangan terlalu khawatir, menurut saya aplikasi ini cukup aman digunakan, namun ada baiknya Anda me-back up data-data yang penting terlebih dahulu. Ok sekarang lanjut lagi, setelah aplikasi terinstall, Anda hanya perlu mengatur besar cache yang diinginkan lalu klik tombol “Apply”. Anda dapat mengatur besar cache mulai dari 128 KB – 8192 KB. Semakin besar cache yang diatur belum tentu semakin cepat read speed SD card, jadi Anda perlu sedikit bereksperimen untuk menentukan besaran cache yang ideal.

tingkatkan speed SD Card
Aplikasi Android SD Booster
Catatan: Cache Size (Current) menandakan besarnya cache yang saat ini digunakan.
Besarnya ukuran cache yang disarankan adalah 1024 KB dan/atau 2048 KB. Bila ingin lebih besar dari nilai tersebut, saya sarankan mencobanya dengan besaran sebagai berikut:
  • 1024
  • 2048
  • 3072
  • 4096
  • 5120
  • 6144
  • 7168
  • 8192
Bila sudah mencoba besar cache diatas, namun masih penasaran atau dirasa belum optimal, Anda dapat mencoba dengan nilai cache yang lainnya.
Nilai cache akan secara otomatis kembali ke awal, yaitu sebesar 128 KB setiap kali handphone Android di restart. Bila Anda tidak menginginkan hal itu terjadi, silahkan memberi tanda centang tulisan “Set On Boot”. Bila dicentang, nilai cache akan tetap seperti yang ditentukan walaupun handphone di restart.
Untuk membuktikan efektifitas dari aplikasi ini, saya melakukan tes menggunakan aplikasi SD tools buatan Veluscek Ales. Berikut adalah screenshoot kecepatan baca dan tulis Micro SD Class 6 milik saya sebelum menggunakan aplikasi SD Booster.
aplikasi tes kecepatan SD card
Aplikasi SD Tools untuk tes kecepatan SD Card
Dan berikut adalah kecepatan setelah menggunakan SD Booster yang diatur dengan cache sebesar 2048 KB
micro sd class 6 speed
Kecepatan SD card setelah menggunakan aplikasi SD Booster
Uji kecepatan SD card ini saya lakukan beberapa kali untuk memastikan kebenarannya. Untuk kecepatan tulisnya (write speed) tidak terjadi peningkatan, baik sesudah atau sebelum menggunakan SD Booster kecepatannya antara 9,1-9,3 MB/s.

Kecepatan bacanya (read speed) terlihat cukup meningkat, dari sebelum menggunakan SD booster kecepatan bacanya antara 21-22 MB/s meningkat menjadi 27-29 MB/s setelah menggunakan SD booster.
Sayangnya saya mencoba aplikasi ini menggunakan SD card yang memiliki kualitas cukup baik, sehingga saya tidak terlalu merasakan perbedaanya, karena read speed SD card yang saya miliki secara standar sudah cukup baik. Namun, berdasarkan beberapa laporan yang sayai terima dari teman , setelah menggunakan aplikasi SD booster, kinerja handphone Androidnya meningkat cukup tinggi, khususnya pada saat memainkan game HD (high definition). Bila sebelum menggunakan SD Booster terasa lag, namun setelah menggunakannya tidak lagi.Selamat mencoba, Androiders!
Baca Selengkapnya - Tips Meningkatkan Kecepatan SD Card di Android

Tutorial Hemat Baterai Android dengan Modifikasi Sysctl.Conf

Pada artikel kali ini saya mau jelasin sedikit yang saya tahu tentang sysctl. Sysctl Config adalah aplikasi utilitas yang biasanya terdapat di ROM2 custom terbaru atau anda bisa mendapatkannya secara gratis di android market. Apa gunanya? Gunanya adalah untuk tweaking file Sysctl.conf dengan cara yang lebih human being :P Apa saja yang dibutuhkan? Tentu saya Handheld Android (pastinya) yang sudah Root dan sudah terinstall busybox. Root nggak perlu dijelasin kan? Busybox installer (nama aplikasinya busybox) silahkan cari di market, setelah diinstall, uninstall aja busybox installernya, toh busyboxnya udah keinstall di system daripada menuh2in space :P Nah sekarang lanjut ke pembahasan perbagian :)

Sebelum lanjut, mau saya jelaskan bahwa tweak ini tidak akan mempengaruhi hasil benchmark seperti quadrant, benchmark lebih ke arah hardware dan tidak dipengaruhi oleh tweak ini. Apa sih sysctl.conf ini? Karena Android berbasis linux, sama seperti di linux, di android juga terdapat file bernama sysctl.conf yang berisi parameter kernel. Dengan aplikasi Sysctl Config di android, kita bisa memodifikasi file sysctl.conf di handheld kita untuk meningkatkan performa dan memperpanjang umur batere. Maksudnya, disini membuat batere tidak cepat habis/boros. Sebagai contoh, sebelum saya memodifikasi dengan Sysctl, Samsung Galaxy Mini saya dengan pemakaian standar saya, jam 6 pagi saya cabut dari charger, jam 6 sore saya sampai rumah batere tersisa 20%. Setelah saya modifikasi, jam 6 sore saya sampai rumah batere masih tersisa 50-60% …. lumayan buat modal socmed di kampus pas kuliah klo dosennya lagi ngebosenin :D

Nah, kelemahannya (bukan kelemahan akibat modifikasi ini) adalah, poin2 yang bisa diedit dengan Sysctl ini cuman sedikit >_< padahal masih banyak parameter lainnya, tapi it’s ok, menurut saya (sekarang) ini sudah cukup untuk meningkatkan performa device dan ketahanan batere. Nah sekarang kita bahas per poin parameter.

  • Min Free KBytes (vm.min_free_kbytes), ini digunakan untuk membuat Virtual Memory (VM) Linux mempertahankan nilai minimum kilobytes. VM menggunakannya untuk menghitung nilai pages_min untuk setiap zona low memory dalam sistem. Setiap zona low memory dalam sistem mempunyai nilai free pages (istilahnya apa yah, saya jugak bingung :D ) cadangan yang sesuai dengan ukurannya sendiri-sendiri. Nilai default poin ini adalah 2048
  • Dirty Ratio (vm.dirty_ratio) dan Dirty Background Ratio (vm.dirty_background_ratio) berfungsi mengontrol seberapa sering kernel menulis data ke disk (disk dalam hal ini adalah internal sd card di sistem/handheld, bukan external sd card). Ketika aplikasi-aplikasi menulis data ke disk, Linux sebenarnya tidak menulis data langsung ke disk, tetapi linux menulisnya ke system memory dan kernel menangani kapan dan bagaimana data tersebut dimasukkan ke disk. Nilai dalam sysctl mempresentasikan prosentase, lebih tinggi prosentase yang sampeyan masukkan, lebih lama menunggu data di masukkan ke disk, sebaliknya, semakin rendah nilai prosentase yang sampeyan masukkan, data lebih sering dimasukkan ke disk. Sekarang kita ingat2 lagi, kita berhadapan dengan internal disk yaitu solid state disk, bukan disk dengan sistem piringan seperti harddisk di komputer, jadi kita bisa menahan sistem memasukkan data ke disk lebih lama daripada di disk dengan sistem piringan.
  • VFS Cache Pressure (vm.vfs_cache_pressure), nah …. yang ini menarik, cache file sistem (dentry/inode) lebih penting daripada block cache dalam dirty ratio dan dirty background ratio, jadi kita menginginkan kernel untuk menggunakan lebih banyak RAM untuk cache file sistem. Ini akan meningkatkan performa sistem tanpa mengorbankan performa pada level aplikasi. Nilai defaultnya adalah 100 (dalam prosentase), yang harus dilakukan adalah merubah prosentasenya lebih rendah untuk memberitahukan kernel agar mendukung cache file sistem dan tidak men-drop-nya secara tiba-tiba.
  • Oom Allocating Task (vm.oom_kill_allocating_task) di Sysctl diberikan opsi centang maksudnya diaktifkan atau tidak atau merepresentasikan nilai “1″ / “0″ atau On/Off. Fitur ini digunakan untuk mengaktifkan atau tidak trigger untuk killing task pada situasi OOM (Out Of Memory). Kalau ini tidak dicentang/diaktifkan, OOM Killer akan memindai seluruh daftar task dan memilih task yang akan di kill berdasarkan heuristik (silahkan googling artinya :D ). Biasanya OOM akan memilih task yang memakan banyak memori (rogue memory hogging) dimana bila di kill akan melegakan memory dalam jumlah besar. Bila poin ini di aktifkan/dicentang, maka OOM Killer akan meng-kill aplikasi yang memicu kondisi OOM. Ini meminimalisir pemindaian task dimana bisa mengakibatkan sistem hang atau freeze.
Lalu berapa nilai2 yang harus saya assign pada Sysctl? Tergantung hardware dan kenyamanan masing2. Intinya silahkan coba nilai satu persatu. Intinya dengan mengaktifan Sysctl, biarkan sampeyan coba konfigurasi default selama 1-2 hari, bila dirasa kurang, silahkan dirubah-rubah nilainya. Lah kalau Galaxy Mini saya pengaturannya:
  • Min Free KBytes: 16384
  • Dirty Ratio: 90
  • Dirty Background Ratio: 70
  • VFS Cache Pressure: 10
  • Oom Allocating Task: Aktif
Hasilnya seperti yang saya ceritakan diatas :D Selamat mencoba :)
Baca Selengkapnya - Tutorial Hemat Baterai Android dengan Modifikasi Sysctl.Conf